Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus yang dikenali sebagai HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan kegagalan sistem imun tubuh.

Penyakit HIV/AIDS melumpuhkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit (sistem imun tubuh). Ini karena kuman HIV telah memusnahkan sel T CD4+ yang bertanggungjawab melawan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteria, virus dan lain-lain.

Penyakit HIV bukan penyakit yang langsung menimbulkan reaksi sakit pada seseorang. Akan tetapi penyakit HIV ini akan terasa jika sudah lama menderita akan tetapi tidak segera ditangani. Penyakit HIV / AIDS merupakan penyakit yang masih belum ada pengobatannya secara medis sampai sekarang ini, sehingga cukup membahayakan dan menghawatirkan penderita penyakit HIV / AIDS. Tetapi dengan penelitian dan penemuan baru sehingga ada untuk pengobatan dan penyembuhan obat herbal penyakit HIV / AIDS. Dan para penderita jangan terlalu khawatir dengan mengidap penyakit HIV/AIDS tersebut karena saaat ini ada penemuan baru obat herbal penyakit HIV / AIDS.

Cara Penularan virus HIV

1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

3. Melalui cairan vagina pada Wanita. Misalnya, Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). Misalnya, Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat serta Urine (Air seni atau air kencing).

Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :

1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.

2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.

3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.

4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.

6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)’ dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).

Cara Pencegahan Penyakit HIV/AIDS

Beberapa cara untuk mencegah penluaran penyakit HIV AIDS yaitu :

1. Tidak melakukan hubungan seks pra nikah atau hubungan seks bebas.

2. Saling setia, hanya melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sah.

3. Menggunakan kondom bila melakukan hubungan beresiko.

4. Tolak penggunaan narkoba ,khususnya narkoba suntik.

5. Jangan memakai jarum suntik bersama.

Potensi Manggis Sebagai Anti-HIV

             Salah satu penyakit akibat infeksi virus yang ditakuti banyak orang, karena belum ada obatnya adalah HIV. HIV merupakan penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh manusia. Virus HIV yang baru memperbanyak diri dapat menyebabkan timbulnya bulatan-bulatan kecil (yang jika dilihat menggunakan mikroskop electron berwarna hijau) di permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut.

               Antioksidan manggis memperkuat system kekebalan pada seluruh tubuh. Penelitian di China oleh Chen et al. (1996) menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukkan potensial dalam menghambat HIV-1 protease yang memengaruhi replikasi HIV. Tampaknya mekanisme kerja xanthone berbeda dengan obat antiretroviral (ARV).

          Menurut Vlietinck(1998), mangostin xanthone yang terkandung dalam kulit buah manggis telah dibuktikan mampu menghambat siklus replikasi virus HIV.

            Hasil penelitian Ignatushchenko et al. (1999), xanthone mempunyai potensi tinggi dalam aktivitas antimalaria yang dilakukan pada hewan percobaan. Meskipun belum diuji secara klinis, xanthone secara empiris terbukti mampu menyembuhkan beberapa penderita malaria kronik.

Comments

comments

Incoming search terms:
  • obat tangan kesemutan
  • obat tangan sering kesemutan
  • ciri hiv pada pria
  • gejala hiv awal pada pria
  • kuman air
  • penyakit yang menyerang darah
  • gejala awal hiv aids pada pria
  • ciri ciri penyakit aids pada pria
  • 10 macam gejala penyakit aids
  • ciri ciri hiv aids pada laki laki