Search results for sinar laser masuk dalam tubuh

Gejala Kanker Rahim

Obat Herbal Kanker Rahim dengan Menggunakan XAMthone Plus Ekstrak Kulit Manggis


gejala kanker rahim

Kanker rahim (serviks) merupakan momok yang paling menakutkan bagi semua wanita. Selain belum ada obatnya, kanker rahim juga bisa mengakibatkan kematian. Jenis kanker rahim paling sering ditemukan di antara penyakit kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gejala kanker rahim biasanya terjadi keputihan yang lama dan tidak diobati dengan baik, keputihan yang berbau atau bisa juga saat hubungan suami istri terjadi perdarahan (contact bleeding), pada tahap displasia sampai stadium I, praktis tanpa keluhan. Baru menginjak stadium 1 A- 3b terdapat keluhan pasien. Sedangkan pada stadium 4B sel kanker sudah menjalar ke otak dan paru-paru.

Kanker rahim sampai kini belum diketahui penyebabnya. Berdasarkan penelitian terbaru, virus HPV merupakan salah satu pemicunya. HPV dapat menjangkiti seorang wanita jika pasangan seksualnya mengidap virus tersebut akibat berganti pasangan. Selain itu, wanita yang mempunyai kebiasaan merokok juga rawan terkena kanker rahim. Zat nikotin yang dikandung tembakau mempunyai kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker. More >

Incoming search terms:
  • penyebab polip serviks
  • kanker selaput otak
  • kesehatan rahim wanita
  • selaput radang otak
  • gejala kanker rahim
  • polip mulut rahim
  • kanker rahim
  • penyebab kanker selaput otak
  • kangker selaput otak
  • penyakit selaput radang otak

Penyakit Glukoma

Penyakit Glukoma adalah bagian penyakit mata yang menyebabkan proses hilangnya penglihatan, tetapi proses ini dapat dicegah dengan obat-obatan, terapi laser dan pembedahan. Hilangnya penglihatan pada kasus penyakit glukoma tidak dapat disembuhkan kembali, maka sangat penting untuk mencegah terjadinya kerusakan pada organ mata sedini mungkin, apalagi penyakit glukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada tahap akhir, kecuali penyakit glukoma jenis akut (tekanan bola mata tiba-tiba meninggi sehingga mata terasa sakit dan pegal).

Penyakit glukoma dapat diatasi dengan menghindari sinar matahari langsung (menggunakan kaca mata) dan mengkonsumsi Xamthone yang mengandung antioksidan. Penyakit glukoma memerlukan proses yang amat lama hingga bertahun-tahun sebelum mencapai tingkat yang akut. Penderita penyakit glukoma akut banyak dijumpai pada orang tua diatas usia 60 tahun, sebab penyakit glukoma ini tidak dikenal sebelumnya.

Faktor Resiko Penyakit Glukoma

Faktor resiko penderita penyakit glukoma yaitu faktor keturunan, diabetes, migraine, penderita myopia, luka mata, tekanan darah, dan penggunaan obat-obat golongan kortison (steroids). Tanda awal penyakit glukoma berupa hilangnya lapang pandang, biasanya tampak adanya area lengkungan yang tidak terlihat (gelap) sedikit diatas atau dibawah pusat penglihatan. Daerah gelap ini dapat meluas bila tidak diobati. Pada fase lanjut penyakit glukoma, gejala-gejala yang mungkin timbul yaitu hilangnya penglihatan sisi samping (perifer), sakit kepala akibat tekanan hebat di dalam mata., penglihatan kabur bahkan disertai muntahan cairan dari mulut penderita penyakit glukoma.

Kehilangan/kerusakan pandangan karena penyakit glukoma ini dapat dikontrol atau dicegah, dengan tetes mata yang disesuaikan dengan tipe penyakit glukoma, laser, atau pembedahan (trabekulektomi). Kerusakan yang disebabkan oleh penyakit glukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosis, dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin agar kita terhindar dari penyakit glukoma. Agar terhindar dari penyakit glukoma sebaiknya konsumsilah Xamthone. Khasiat Antioksidan sendiri telah terbukti mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya menetralisir radikal bebas yang masuk atau di produksi dalam tubuh, mencegah penuaan organ tubuh, mencegah penyakit yang berhubungan dengan jantung, mencegah berbagai jenis penyakit kanker, mencegah kebutaan, dan meningkatkan sitem kekebalan tubuh, serta mencegah penyakit glukoma.