Denyut Jantung

Jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Berapa sebenarnya jumlah rata-rata denyut jantung yang normal?

Denyut jantung biasanya mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan oleh detak jantung per satuan waktu, secara umum direpresentasikan sebagai bpm (beats per minute).

Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolahraga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu.

Irama denyut jantung dipengaruhi oleh keadaan saraf jantung yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom (autonomic nervous system), yaitu sistem saraf yang berhubungan dengan aktivitas tubuhdan bekerja di bawah kesadaran.

Selain dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, denyut jantung dipengaruhi oleh zat-zat kimia atau hormon yang terdapat dalam aliran darah. Beberapa hormon dan zat kimia yang mempengaruhi denyut jantung antara lain adalah sebagai berikut.•        Hormon adrenalin. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang terdapat di dalam ginjal. Ketika berada dalam keadaanstres, produksi hormon adrenalin akan meningkat sehingga dalam keadaan stres denyut jantung juga meningkat.

•        Hormon tiroid. Hormon yang utamanya berperan mengatur proses metabolisme ini dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang terdapat di leher. Hormon ini dapat meningkatkan laju denyut jantung.

•        Zat-zat kimia seperti kalsium, natrium, dan kalium juga dapat meningkatkan denyut jantung.

Ukuran denyut jantung normal orang dewasa berkisar 60-100 kali per menit. Untuk atlet terlatih, detak jantung normal saat istirahat akan lebih rendah berkisar 40 kali per menit. Untuk orang dewasa sehat, detak jantung yang lebih rendah saat istirahat umumnya menyiratkan fungsi jantung yang efisien dan tingkat kebugaran yang baik.

Mengetahui perubahan denyut jantung sangat penting agar tahu masalah jantung sejak dini. Bagaimana menghitung denyut jantung? Tak perlu stetoskop untuk mengukur denyut jantung, Untuk mengukur denyut jantung, cukup periksa denyut nadi Anda:

          1. Gunakan jari untuk menemukan denyut nadi

Gunakan 2 jari atau 3 jari, yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis untuk menemukan denyut nadi Anda. Tapi jangan gunakan ibu jari karena ibu jari memiliki denyut sendiri. Pemeriksaan bisa dilakukan pada pergelangan tangan (denyut radial) dan di leher (denyut nadi karotis).

Pada pergelangan tangan, gunakan bantalan 3 jari yaitu telunjuk, tengah dan jari manis. Tempat yang ideal adalah di bawah lipatan pergelangan tangan di pangkal jempol. Tekan ringan sampai Anda menemukan denyut nadi (darah berdenyut di bawah jari). Jika perlu, gerakkan jari-jari hingga Anda menemukan denyut yang paling kencang.

Pada leher cukup gunakan dua jari, telunjuk dan jari tengah. Tempat yang ideal adalah sekitar satu inci ke sisi tengah tenggorokan, tepat di tempat leher dan dagu bertemu.

 Denyut Jantung

          2. Periksa dan merekam tingkat, kekuatan dan ritme

Gunakan jam atau arloji di tangan yang lain. Hitung dan catat berapa banyak denyut yang terjadi dalam 10 detik.

          3. Dikalikan 6

Denyut jantung adalah jumlah denyut per satuan menit. Maka jumlah denyut selama 10 detik dikalikan dengan angka 6 (60 detik sama dengan 1 menit). Hasilnya merupakan denyut jantung Anda.

Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang dapat memengaruhi denyut jantung, termasuk:

•Tingkat aktivitas fisik

•Tingkat kebugaran

•Suhu udara

•Posisi tubuh (berdiri atau berbaring, misalnya)

•Emosi

•Ukuran tubuh

•Konsumsi obat-obatan

Incoming search terms:
  • detak jantung normal dalam 1 menit
  • denyut nadi normal manusia
  • fungsi denyut nadi
  • jantung berdebar kencang
  • irama jantung
  • hormon jantung
  • detak jantung normal manusia
  • denyut jantung
  • denyut nadi
  • Detak jantung saat olahraga