10 JENIS KANDUNGAN KIMIA SABUN YANG BATANGAN YANG BEREDAR DI MASYARAKAT.

Sejumlah sabun yang kita gunakan bisa menyebabkan iritasi. Sebelum memakainya, cobalah membaca bahan yang terkandung di dalamnya. Ini perlu dilakukan karena beberapa sabun umumnya menggunakan detergen. Detergen bisa menyebabkan iritasi, kulit kering, dan reaksi alergi lainnya.

sabun kimia

Berikut ini adalah daftar 10 teratas bahan yang bermasalah yang ditemukan di sejumlah sabun kimia .

1. Warna buatan (seperti Blue 1, Red 33, Yellow 5, dan Titanium Dioxide)

Cara terbaiknya pilihlah sabun tanpa menambahkan warna dari bahan kimia. “Gagasan di balik sabun adalah menjaga mereka sealami mungkin dan bebas dari sintetis seperti zat perwarna dan pewangi buatan.

Pewarna yang sering dipakai dalam sabun adalah putih (titanium dioxide). Selain itu juga tabir surya, yang dianggap aman. Tapi penelitian menunjukkan bahan itu bisa menjadi karsinogen jika dihirup dalam ukuran partikel yang sangat kecil.

 

2. Pewangi buatan

Berasal dari petrokimia, wewangian dalam kemasan disebut sebagai “parfum” atau “fragrance oil”. Ini bisa menyebabkan alergi dan kulit sensitift.

3. Triclosan

Sabun antibakteri dan antimikroba sering mengandung triclosan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

4. Sodium Lauryl and Laureth Sulfate

Ini adalah bahan kimia agar berbusa. Bahan kimia ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan peradangan. Terapis Dermal Isabella Loneragan, dari Northern Sydney Dermatology, mengatakan, bahan ini banyak ditemukan pada semua produk yang berbusa, termasuk sabun dan sampo.

5. Methylisothiazolinone

Penelitian menunjukkan ini bisa menjadi neurotoxin, suatu zat yang mempengaruhi sistem saraf. Profesor Rosemary Nixon, dari Yayasan Kanker Kulit, mengatakan, baru-baru ini bahan tersebut boleh digunakan dalam konsentrasi yang lebih tinggi, dan para ahli melihat banyak reaksi alergi.

6. Tetrasodium Etidronate

Ini adalah agen pengkelat yang digunakan untuk melunakkan air dan mencegah buih sabun. “Namun itu memperburuk masalah di kulit, khususnya eksim,” kata Culhaci.

7. Propylene Glycol

Ini adalah agen penebalan yang dikenal memecah sel-sel kulit dan menyebabkan iritasi. Nixon menggambarkannya sebagai alergen langka. “Itu berarti ada kemungkinan reaksi alergi terjadi, sehingga kita lebih suka menggunakan bahan kimia lainnya,” katanya.

8. Kimia aditif seperti Mineral Oil dan Petroleum Oil

“Mineral dan petroleum oil sering digunakan memberikan sensasi halus pada kulit ketika digunakan, yang menjadi titik jual bagi konsumen, tapi mereka sering comedogenic, bisa menciptakan komedo atau lapisan oklusi pada kulit yang mengurangi kemampuannya bernapas.

9. Tetrasodium EDTA

Ini adalah bahan pengawet sintetis yang terbuat dari formaldehida, karsinogen yang diketahui, dan sodium sianida. Ini bisa menyebabkan iritasi pada mata dan membran mukosa.

10. Coca -midopropyl Betaine

Ini adalah agen pembersih sintetis yang diketahui menyebabkan dermatitis alergi dan penyakit lainnya.

 

Sabun Tanamu Tanami adalah sabun herbal tanpa bahan kimia.

 

rose

Tentang Sabun Tanamu Tanami klik disini……!!!!!!

Comments

comments